Memanasnya konstelasi politik nasional, pasca penyampaian pandangan akhir fraksi di DPR RI, terhadap kasus dana bailout Bank century, tidak mempengaruhi kinerja menteri di Kabinet Pemerintahan, terutama yang berasal dari partai Golkar. Meskipun fraksi Golkar di parlemen lebih condong pada barisan oposisi, dengan menyimpulkan adanya penyalahgunaan terhadap penyelamatan Bank Century, ”namun kader Gokar di kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tetap solid dan loyal pada Pemerintahan SBY – Budiono. Demikian penegasan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat – Menkokesra Agung Laksono kepada wartawan kemarin sore di Pontianak, terkait pandangan politik partai Golkar yang berseberangan dengan Partai Demokrat.
Dirinya menegaskan seluruh jajaran menteri di kabinet tetap fokus pada pekerjaan masing – masing, dan tidak terpengaruh dengan berbagai isu maupun spekulasi di luar Pemerintahan, ”apalagi untuk membelot. Kendati demikian` jika kemudian terjadi reshuffle kabinet di tengah jalan, hal itu merupakan hak prerogratif presiden berdasarkan penilaian terhadap kinerja para menteri di pemerintahan.
Lebih lanjut` Agung Laksono menyatakan, ”sikap kritis legislator asal partai Golkar di Senayan, yang berani menyebutkan nama pejabat negara yang terlibat, ”merupakan sikap tegas terhadap pelanggaran pada Bank Century. Bukan untuk merongrong kewibawaan pemerintah yang berkuasa, ataupun ingin menjatuhkan penguasa yang tengah memerintah. Dirinya menegaskan, bahwa Golkar merupakan bagian dari koalisi besar partai politik, yang bertekad menyukseskan program pembangunan periode kedua Pemerintahan SBY. Namun` di bagian lain Golkar tetap mendukung para kader di Senayan, untuk menjalankan fungsinya sebagai Controlling, dengan mengkritisi kebijakan Pemerintah, termasuk mendorong kasus penyimpangan dibawa ke ranah hukum.